Senin, 28 Desember 2015

ASKEP HIPOGONADISME



BAB 1
PENDAHULUAN

BAB I
PENDAHULUAN



1.1  Latar Belakang
Pola klinis pubertas sangat bervariasi. Pada 95% anak laki-laki pembesaran genetalia mulai antara usia 9,5-13,5 tahun, yang mencapai maturasi antara 13-17 tahun. Pada sebagian kecil anak laki-laki normal, pubertas mulai setelah usia 15 tahun. 50% anak laki-laki, rambut pubis tumbuh pada usia 11 tahun, dan pada usia 13-17,5 tahun, rambut ini jumlahnya ekuivalen dengan jumlah rambut orang laki-laki dewasa normal. Pada beberapa anak laki-laki, perkembangan pubertas selesai pada kurang dari 2 tahun, tetapi pada anak lain pertumbuhan ini dapat memerlukan waktu lebih lama dari pada usia 4,5 tahun. Pertumbuhan cepat remaja terjadi lebih lambat pada anak laki-laki dari pada anak perempuan sejalan dengan tingkat maturasi seksual, misalnya, kecepatan puncak perubahan dalam ketinggian tidak dapat dicapai pada anak laki-laki sampai genetalia berkembang dengan baik, tetapi pada anak perempuan kecepatan pertumbuhan biasanya ada pada maksimalnya ketika puting dan areola telah berkembang tetapi sebelum ada perkembangan payudara lain yang berarti.
Kemajuan yang cepat dalam pemahaman interaksi hipothalamus-kelenjar pituitari-gonad yang terlibat dengan pubertas dan pada diagnosa klinis penyimpangan perkembangan pubertas telah dimungkinkan dengan pemeriksaan yang sangat diperbaiki untuk hormon kelenjar pituitaria dan gonad yang dapat diukur pada sejumlah kecil darah. Dengan GnRH juga dimungkinkan untuk membedakan antara defek kelenjar pituitari primer dengan hipothalamus pada penderita hipogonadotropik.

1.2 Rumusan Masalah
1.      Apa pengertian hipogonadisme ?
2.      Apa etiologi hipogonadisme?
3.      Bagaimana patofisiologi hipogonadisme?
4.      Bagaimana manifestasi klinik hipogonadisme ?
5.      Apa saja komplikasi dari  hipogonadisme?
6.      Bagaimana penatalaksanaan medis dan keperawatan hipogonadisme?
7.      Bagaimana asuhan keperawatan pada klien dengan hipogonadisme?

1.3 Tujuan
1.      Untuk mengetahui dan memahami pengertian hipogonadisme
2.      Untuk mengetahui dan memahami etiologi hipogonadisme
3.      Untuk mengetahui dan memahami patofisiologi hipogonadisme
4.      Untuk mengetahuidan memahami manifestasi klinik hipogonadisme
5.      Untuk mengetahui dan memahami komplikasi dari  hipogonadisme
6.      Untuk mengetahui dan memahami penatalaksanaan  medis dan keperawatan hipogonadisme
7.      Untuk mengetahui dan memahami asuhan keperawatan pada klien dengan hipogonadisme




BAB 2
PEMBAHASAN


2.1 Pengertian Hipogonadisme
Hipogonadisme (bahasa Inggris: hypogonadism, hypogenitalism) adalah istilah medis untuk merujuk simtoma penurunan aktivitas kelenjar gonad. Kelenjar gonad, ovarium atau testis, merupakan kelenjar yang memproduksi hormon reproduksi beserta sel gamet, ovum atau spermatozoid.Hipoganadisme adalah suatu keadaan dimana terjadi difisiensi hormon gonad. Hipogonadisme adalah berkurangnya atau menurunnya hormone androgen sehingga mempengaruhi fungsi dan ciri seks dari kelamin baik pria dan wanita.
 
2.2  Etiologi Hipogonadisme
Beberapa peneliti membagi hipogonadisme pada pria ke dalam beberapa kelompok yang berbeda. Pedoman yang diterbitkan oleh Asosiasi Urologi Eropa pada tahun 2012 membagi hipogonadisme pada pria menjadi empat kelas, yakni
1.      Hipogonadisme primer disebabkan oleh insufisiensi testis;
2.      Hipogonadisme sekunder yang disebabkan oleh disfungsi hipotalamus hipofisis;
3.      Hipogonadisme onset lambat; dan
4.      Hipogonadisme karena insensitivitas reseptor androgen.
a.    Primer 
Untuk hipogonadisme primer tentunya terjadi akibat adanya masalah pada testis, kadar testoteron yang rendah juga disertai dengan meningkatnya hormon gonadotropik,seperti:

·         Infeksi kelenjar gonad
·         Atropi kelenjar gonad
·         Kondisi testis yang tidak turun
·          Adanya komplikasi dari penyakit gondongan
·         Di akibatkan oleh trauma pada testis seperti misalnya dikebiri atau terjadi kecelakaan
·         Adanya infeksi pada testis
·         Adanya sindrom Klinefelter
·         Sedang menjalani proses pengobatan kanker
·         Adanya radang pada buah zakar
·         Hemokromatosis
b.   Skunder
 Hipogonadisme sekunder terjadi disebabkan karena adanya gangguan pada kelenjar hipotalamus atau pituitari, yaitu suatu bagian otak yang berfungsi sebagai pengantar sinyal pada testis untuk memproduksi testosteron, seperti contohnya di bawah ini :

·           Tumor hifofisis
·           Kerusakan hipothalamus untuk mensekresi GnRH.
·           Hipersekresi prolaktin di hipofisis anterior
·           Hiposekresi FSH dan LH
·          Adanya sindrom Kallmann
·           Penyakit HIV/AIDS
·           Adanya faktor penuaan
·           Adanya penyakit tumor
·           Kegemukan atau obesitas
·           Adanya penggunaan obat-obatan tertentu
·         Adanya penyakit peradangan seperti contohnya sarkoidosis, histiositosis dan TBC

Sementara  itu American Association of Clinical Endocrinologists'' membagi hipogonadisme ini menjadi dua kelas, yakni hipogonadisme hipogonadotropik dan hipogonadisme hipergonadotropik.
Pada wanita, Hipogonadisme hipergonadotropik atau kegagalan ovarium mungkin terjadi karena kelainan kromosom, gangguan autoimun , infeksi (mumps oophoritis), dan iradiasi atau obat sitotoksik. Banyak kasus hipogonadisme hipergonadotropik adalah idiopatik bahkan setelah penyelidikan yang ekstensif. Dan Hipogonadisme hipogonadotropik dapat disebabkan baik penyebab kongenital seperti sindrom Kallmann (defisiensi gonadotropin terisolasi dan anosmia) atau penyebab yang didapat seperti tumor hipofisis, nekrosis hipofisis (sindrom Sheehan), stres dan penurunan berat badan berlebihan (anoreksia nervosa).

2.3  Patofisiologi

Folitropin (FSH) dan lutropin (LH dilepaskan dihipofisis anterior, dan dirangsang oleh pelepasan pulsatil gonadoliberin (gonadotropin-releasing hormone, GnRH). Sekresi pulsatil dari gonadotropin ini dihambat oleh prolaktin. LH mengatur pelepasan testosteron dari sel leydig di testis. Testosterone, dengan mekanisme umpan balik negatif, menghambat pelepasan GnRH dan LH. Pembentukan inhibin, yang menghambat pelepasan FSH, dan androgen binding protein (ABP) ditingkatkan oleh FSH di sel Sertoli testis. Testosterone atau dihidrotestosteron yang dibentuk dari testosterone di sel sertoli dan di beberapa organ meningkatkan pertumbuhan penis, tubulus seminiferus, dan skrotum. Testosteron dan FSH diperlukan dalam pembentukan dan pematangan spermatozoa. Selain itu, testosterone merangsang aktivitas sekretorik prostat (menurunkan viskositas ejakulat) dan vesikula seminalis (campuran antara fruktosa dan prostaglandin), serta aktivitas sekretorik kelenjar sebasea dan keringat di daerah aksila dan genitalia. Testosteron meningkatkan ketebalan kulit, pigmentasi skrotum, dan eritropoiesis.
Testosterone juga mempengaruhi tinggi badan dan postur badan dengan meningkatkan pertumbuhan otot dan tulang (anabolisme protein), pertumbuhan longitudinal, dan mineralisasi tulang serta penyatuan lempeng epifisis. Testosterone merangsang pertumbuhan laring (kedalaman suara), pertumbuhan rambut pada daerah pubis dan aksila, pada dada dan wajah (janggut); keberadaannya penting dalam kebotakan pada laki-laki. Hormone ini juga merangsang libido dan perilaku agresif. Akhirnya, hormone ini merangsang retensi elektrolit di ginjal, mengurangi konsentrasi lipoprotein berdensitas tinggi (HDL) di dalam darah, dan mempengaruhi distribusi lemak. Penurunan pelepasan androgen dapat disebabkan oleh kekurangan GnRH. Bahkan sekresi
GnRH nonpulsatil merangsang pembentukan androgen secara tidak adekuat. Keduanya dapat terjadi pada kerusakan di hipotalamus (tumor, radiasi, perfusi yang abnormal, kelainan genetik) serta sters psikologis dan fisik. Konsentrasi GnRH (dan analognya) yang tinggi dan menetap akan menurunkan pelepasan gonadotropin dengan menurunkan jumlah reseptornya. Penyebab lain adalah penghambatan pelepasan gonadotropin pulsatil oleh prolaktin serta kerusakan di hipofisis (trauma, infark, penyakit autoimun, tumor, hiperplasia) atau di testis (kelainan genetic, penyakit sistemik yang berat). Akhirnya, efek androgen dapat dihambat oleh kelainan enzim pada sintesis hormon, misalnya pada defisiensi reduktase genetic atau kelainan reseptor testosteron

2.4  Manifestasi Klinik
1.      Pria
1)      Defisiensi hormon pada masa kanak-kanak (prepubertas)
Gambaran klinisnya adalah enukoidisme, orang-orang enukoid yang berusia di atas 20 tahun, biasanya tinggi, bahu sempit dan otot kecil (konfigurasi tubuh yang mirip dengan wanita dewasa). Selain itu genitalia kecil, suara memiliki nada tinggi, pertumbuhan rambut pubis wanita yaitu segitiga dengan dasar di atas, bukan pola segitiga yang dasarnya di bawah seperti yang dijumpai pada pria normal.
2)      Difisiensi post pubertas
Pada pria dewasa mengalami penurunan sebagian libido, kadang-kadang mengalami hot flashes, biasanya lebih mudah tersinggung, pasif dan menderita depresi dibanding dengan yang memiliki testis utuh. Selain itu terjadi impotensi, pengurangan progresif rambut dan bulu tubuh, jenggot dan berkurangnya pertumbuhan otot.




2.      Wanita
Berhentinya menstruasi atau amenorhoe, atropi payudara dan genetalia eksterna serta penurunan libido.
3.      Dampak Terhadap Sistem Lain
1)  Sistem Reproduksi
·         Atropi testis dan ovarium
·         Impotensi
·         Kehilangan/penurunan libido
·         Genetalia kecil
·         Atropi payudara
2)      Sistem Muskuloskeletal
·         Otot kecil
·         Pertumbuhan otot kurang
3)      Sistem Integumen
·         Pertumbuhan rambut tubuh jarang

2.4   Komplikasi

Akibat hipogonadisme yang terlambat ditangani dapat diobati sesuai dengan usia orang tersebut pertama kali memiliki hipogonadisme (selama perkembangan janin, masa pubertas, atau dewasa).
·         Masa perkembangan Janin
 Seorang bayi mungkin lahir dengan:
 · Alat kelamin yang ambigu
· Alat kelamin yang abnormal
·         Masa pubertas 
Perkembangan pada masa pubertas biasanya tidak lengkap atau tertunda, sehingga menimbulkan:
· Kurangnya atau ketiadaan jenggot serta rambut/ bulu tubuh
· Gangguan pada penis dan pertumbuhan testis
· Pertumbuhan yang tidak proporsional, lengan dan kaki biasanya lebih panjang
· Pembesaran payudara pada laki-laki (gynecomastia)
 Masa dewasa, 
 Komplikasi mungkin termasuk:
· Infertilitas
· Disfungsi ereksi
· Penurunan dorongan seks
· Kelelahan
· Kehilangan atau lemahnya otot
· Pembesaran payudara pada laki-laki (gynecomastia)
· Kurangnya jenggot atau rambut/bulu tubuh
·Osteoporosis

2.5  Pemeriksaan Diagnostik
1.    CT Scan otak, untuk melihat adanya tumor pada hipofise/hipothalamus
2.    Pengambilan kadar testoteron serum
3.    Kadar gonadotropi serum dan kariotip
4.    Test stimulasi dengan klomifen
5.    Test stimulasi Gn RH
6.    Test stimulasi HCG
7.    Analisis semen untuk kuantitas dan kwalitas sperma.

2.6     Penatalaksanaan Medis
1.    Pria
Dengan pemberian testoteron dengan dosis yang sesuai untuk hasil yang maksimal dikombinasikan dengan HCG diberikan 3x seminggu dalam waktu 4-6 bulan sampai kadar testoteron normal. Setelah 6 bulan terapi, bila jumlah sperma tetap sedikit maka pegobatan dihentikan, bila jumlah sperma meningkat maka terapi diteruskan.

2.    Wanita
Dengan pemberian estrogen dan progesteron.

2.7  Asuhan Keperawatan Pada Klien dengan Hipogonadisme

I.   Pengkajian
Pengumpulan Data
1)      Identitas
a)      Identitas klien
Terdiri dari: Nama, umur, jenis kelamin, pendidikan, pekerjaan, agama, status merital, tanggal masuk RS, tanggal pengkajian, diagnosa medis, No. Medrec dan alamat.
b)      Identitas penanggung jawab 
Terdiri dari: Nama, umur, jenis kelamin, pendidikan, pekerjaan, agama, hubungan dengan klien dan alamat.
2)      Riwayat kesehatan
a)      Keluhan utama
Keluhan klien pada saat dikaji, klien yang mengalami hipogonad biasanya kelainan fungsi kematangan seksual perubahan kondisi mental.
b)      Riwayat kesehatan sekarang
-    Kaji kondisi yang pernah dialami oleh klien di luar gangguan yang dirasakan sekarang, khususnya gangguan yang mungkin sudah berlangsung lama bila dihubungkan dengan usia seperti:
     Tanda-tanda seks skunder yang tidak ada atau berkurang, misalnya amenorhoe, bulu rambut tidak tumbuh, buah dada tidak berkembang.
-    Kaji fungsi seksual dan reproduksi.
-    Kaji adanya perubahan fisik tertentu yang sangat mengganggu klien.
-   Kaji psikologis seperti mudah marah, sensitif, sulit bergaul dan tidak  mampu berkonsentrasi.
c)       Riwayat kesehatan dahulu
Perlu dikaji apakah klien pernah menderita suatu penyakit yang berat/penyakit tertentu yang memungkinkan berpengaruh pada kesehatan sekarang, kaji adanya trauma prosedur operatif dan penggunaan obat-obatan.
d)       Riwayat kesehatan keluarga
Kaji kemungkinan adanya anggota keluarga yang mengalami gangguan seperti yang dialami klien/gangguan tertentu yang berhubungan secara langsung dengan gangguan hormonal seperti gangguan pertumbuhan dan perkembangan.
3)      Pemeriksaan fisik
a)    Tingkat energi
-  Kaji perubahan kekuatan fisik dihubungkan dengan sejumlah gangguan hormonal khususnya hormon gonad.
-  Kaji kemampuan klien dalam melakukan aktivitas sehari-hari.
b)   Pertumbuhan dan perkembangan
Secara langsung pertumbuhan dan perkembangan ada di bawah pengaruh GH, kelenjar tiroid dan kelenjar gonad. Gangguan pertumbuhan dan perkembangan dapat terjadi semenjak di dalam kandungan bila hormon yang mempengaruhi tumbang fetus kurang. Kondisi ini dapat terjadi pula setelah bayi lahir artinya selama proses tumbang terjadi disfungsi gonad.
-   Kaji apakah gangguan ini terjadi semenjak bayi dilahirkan atau terjadi selama proses pertumbuhan.
-   Kaji secara lengkap pertumbhan ukuran tubuh dan fungsinya.
-   Kaji apakah perubahan fisik dipengaruhi kejiwaan klien.
c)      Seks dan reproduksi
Fungsi seksual dan reproduksi penting untuk dikaji baik pada klien wanita maupun pria.
-     Pada klien wanita
Kaji kapan mulai/berhenti menstruasi, perubahan fisik termasuk sering nyeri atau keram abdomen sebelum, selama dan sesudah haid.
-     Pada klien pria
Kaji apakah klien mampu ereksi, dan orgasme serta bagaimana perasaan klien setelah melakukannya, adakah perasaan puas dan menyenangkan. Tanyakan adakah perubahan bentuk dan ukuran alat genitalianya.
4)      Aspek Psikologis
Kaji kemampuan kooping, dukungan keluarga, teman dan handaitoulan serta bagaimana keyakinan klien tentang sehat dan sakit.
Kaji kemampuan klien dan keluarga dalam memberi perawatan di rumah termasuk penggunaan obat-obatan.
5)      Aspek sosial
Perlu dikaji kondisi lingkungan, menarik diri dari pergaulan.
6)      Aspek spiritual
Perlu dikaji tentang agama, keyakinan, peribadatan harapan serta semangat yang terkandung dalam diri klien yang merupakan aspek penting untuk kesembuhan penyakit klien.

II.      Diagnosa Keperawatan Yang Mungkin Timbul
a.  Gangguan citra tubuh berhubungan dengan perubahan struktur dan fungsi tubuh akibat difisiensi gonad.
b.  Disfungsi seksual berhubungan dengan perubahan bentuk dan fungsi organ seks akibat difisiensi gonad.
c.  Cemas berhubungan dengan kurang pengetahuan tentang proses penyakit, pengobatan dan perawatan atau minimnya informasi yang didapat.

III.      Perencanaan
 a.   Gangguan citra tubuh berhubungan dengan perubahan struktur dan fungsi tubuh akibat difisiensi gonad.
1)      Kriteria evaluasi
a)    body image positif.
b)   Mengungkapkan dan mendemontrasikan penerimaan penampilan  baru.
c)    mempertahankan interaksi sosial.
2)      Intervensi
a)    Dorong individu untuk mengekspresikan perasaannya, khususnya mengenai pikiran,    perasaan dan pandangan dirinya.
b)    Dorong individu untuk bertanya mengenai masalah, penanganan, perkembangan prognosa kesehatan.
c)    Berikan informasi yang dapat dipercaya dan perkuat informasi yang telah diberikan.
d)    Siapkan orang terdekat terhadap perubahan fisik dan emosional, dukungan keluarga ketika mereka berupaya beradaptasi.
e)    Dorong kunjungan dari teman sebaya dan orang terdekat, anjurkan untuk berbagi rasa dengan individu tentang nilai-nilai dan hal-hal yang penting untuk mereka.
f)    Dorong kontak dengan teman sebaya dan keluarga.
g)   Berikan kesempatan berbagi rasa dengan individu yang mengalami pengalaman sama.
b.     Disfungsi seksual berhubungan dengan perubahan bentuk dan fungsi organ seks akibat  difisiensi gonad.
1)      Kriteria evaluasi
a)      Menceritakan kepedulian/masalah mengenai fungsi seksual.
b)      Mengekspresikan peningkatan kepuasan dengan pola seksual.
c)      Melanjutkan akivitas seksual sebelumnya.
d)     Melaporkan suatu keinginan untuk melanjutkan aktivitas seksual.
2)     Intervensi
a)      Dapatkan riwayat seksual:
·      Pola seksual biasanya
·      Kepuasan (individu dan pasangannya)
·      Pengetahuan seksual
·      Masalah-masalah (seksual, kesehatan)
·      Harapan-harapan
·      Suasana hati, tingkat energi.
b)      Berikan dorongan untuk bertanya tentang seksualitas/fungsi seksual yang mungkin mengganggu klien.
c)    Gali hubungan klien dengan pasangannya.
d)   Dorong pasangan untuk mendiskusikan kekuatan hubungan mereka  dan untuk mengkaji pengaruh dari keluhannya pada kekuatan mereka.
e)  Anjurkan individu untuk mengambil aktivitas seksual sedemikian rupa mendekati pola sebelumnya jika mungkin.
c.  Cemas berhubungan dengan kurang pengetahuan tentang proses penyakit, pengobatan dan perawatan atau minimnya informasi yang didapat.
1)      Kriteria evaluasi
a)   Menggambarkan ansietas dan pola koopingnya.
b)   Menggunakan mekanisme kooping yang efektif dalam menangani ansietas.
2)      Intervensi
a)    Kaji ansietas: ringan, sedang, berat dan panik
b)   Dorong klien untuk mengungkapkan mengenai pengetahuan yang ia miliki tentang proses penyakit, pengobatan dan perawatan.
c)   Jelaskan tentang proses penyakit, pengobatan, dan perawatan sesuai  dengan tingkat pendidikan klien.
d)   Berikan kenyamanan dan ketentraman hati:
·         Tinggal bersama klien.
·         Berbicara dengan perlahan dan tenang, menggunakan kalimat yang pendek dan sederhana.
·         Perlihatkan rasa empati (datang dengan tenang, menyentuh, membiarkan menangis, berbicara).
e)      Batasi kontak dengan orang lain, klien-klien, keluarga yang juga mengalami cemas.

 

 

 

 

BAB 3

PENUTUP


3.1 Kesimpulan
Hipogonadisme adalah berkurangnya atau menurunnya hormone androgen sehingga mempengaruhi fungsi dan ciri seks dari kelamin baik pria dan wanita. Pada pria dewasa mengalami penurunan sebagian libido, kadang-kadang mengalami hot flashes, biasanya lebih mudah tersinggung, pasif dan menderita depresi dibanding dengan yang memiliki testis utuh. Selain itu terjadi impotensi, pengurangan progresif rambut dan bulu tubuh, jenggot dan berkurangnya pertumbuhan otot. Berhentinya menstruasi atau amenorhoe, atropi payudara dan genetalia eksterna serta penurunan libido. Dengan penggantian hormon dan perawatan yang tepat penderita hipogonadisme baik laki –laki maupun perempuan dapat hidup normal.

















DAFTAR PUSTAKA

Price, Sylvia. Anderson. 1994. Patofisiologi: Konsep Klinis Proses-Proses Penyakit. EGC. Jakarta.

Hudak, Carolyn M. 1997. Keperawatan Kritis: Pendekatan Holistik. EGC. Jakarta

Carpenito, Lynda Juall. 1998. Diagnosa Keperawatan: Aplikasi Pada Praktek Klinis. EGC.Jakarta.

Ganong, W.F. (2002). Buku Ajar Fisiologi Kedokteran, Edisi 20. Jakarta : EGC

https://id.wikipedia.org/wiki/Hipogonadisme#Hipogonadisme_pada_Wanita












34 komentar:

  1. Thank you for the information gan, may be useful for all of us.
    Greetings from us:
    Links We wish Beneficial For Information About Health.

    Obat Tradisional Kanker Otak
    Cara Mengobati Penyakit Stroke Ringan Secara Alami
    Cara Mengobati Keputihan Pada Wanita Paling Ampuh
    Obat Tradisional Kanker Kelenjar Getah Bening
    Obat Tradisional Diabetes Alami

    We Wait Further Information gan ....

    BalasHapus
  2. This is a very wonderful page happy to visit your page I found your page from google
    Obat Herbal Maag Kronis
    Obat Herbal Sinusitis Kronis

    BalasHapus
  3. Thanks for the information. I'm glad to be able to read your article.
    Agen-Resmi-Jelly-Gamat-QnC-Indragiri

    BalasHapus
  4. terima kasih atas informasi yang telah anda sajikan senang bisa berada dihalaman anda ditunggu artikel terbarunya.
    Obat Penghilang Bekas Jerawat
    Obat Keloid Alami
    Obat Infeksi Paru Paru
    Cara Mengobati Kusta Secara Alami
    Obat Gatal Kulit Seluruh Badan

    BalasHapus
  5. We are provides list of Verified Foogle Packers and Movers get free quotes compare to save money and select the best # www.fooglepackers.com
    packers and movers bangalore
    packers and movers gurgaon
    packers and movers pune

    BalasHapus
  6. terima kasih atas informasi yang telah disajikan senang bisa berkunjung di halaman anda dan terima kasih banyak atas ilmunya.
    Obat Asam Lambung
    Obat Infeksi Paru Paru
    Obat Stroke Ringan
    Obat Kelenjar Tiorid
    Obat Kista Payudara
    Obat Hepatitis B
    Obat Kanker Payudara

    BalasHapus
  7. http://www.awaypackersmovers.in/packers-and-movers-bangalore.html
    http://www.awaypackersmovers.in/packers-and-movers-pune.html
    http://www.awaypackersmovers.in/packers-and-movers-mumbai.html
    http://www.awaypackersmovers.in/packers-and-movers-hyderabad.html
    http://www.awaypackersmovers.in/packers-and-movers-gurgaon.html
    http://www.awaypackersmovers.in/packers-and-movers-chennai.html
    http://www.awaypackersmovers.in/packers-and-movers-delhi.html

    BalasHapus
  8. There are anything’s packing and goods better shifting services in Gurgaon, No big names with but, fame gained almost offering relocation enlisted on our website (Foogle Packers) and on top services of the entire growth keep dealing with Away experts trust upon of budget reasonable while assist a car and motor vehicles or installed from one location tracking with their products and also give for help to wonderful assist a decant of best packer and mover in Pune as well as process companies.

    http://www.fooglepackers.com/packersmoversbangalore.html

    http://www.fooglepackers.com/packersmoversdelhi.html

    http://www.fooglepackers.com/packersmoversgurgaon.html

    BalasHapus
  9. The information you share is very useful for us, Many lessons and lessons we can take from this article, success continues!
    Obat Gagal Ginjal Kronis Herbal Terbaik Tanpa Cuci Darah
    Obat Penghilang Eksim Kering
    Cara Menghancukan Batu Empedu Tanpa Operasi

    BalasHapus
  10. Askepnya sangat lengkap, bisa kami jadikan referesni kami guna menyajikan artikel kesehatan yang kredibel senang berkunjung dan menyimak halaman anda,
    Pencegahan Kanker Serviks
    Bahaya Keputihan

    BalasHapus
  11. Thanks for the information presented on your website
    Very in waiting for other information

    manfaat temulawak untuk hepatitis
    daun salam untuk sakit pinggang
    obat gendang telinga sakit

    BalasHapus
  12. http://devidamaiyanti.blogspot.co.id/2015/12/askep-hipogonadisme.html

    BalasHapus
  13. Thank you for our good cooperation, hopefully it can be even better.
    Bahaya Kista Ginjal

    BalasHapus
  14. The Magic Leap Casino: Best Casino Apps & Bonuses
    Discover all 정읍 출장안마 the great benefits of playing at 충청남도 출장마사지 a 속초 출장샵 licensed and licensed casino. With our 안산 출장안마 app you can play slot machines, table 수원 출장마사지 games and more!

    BalasHapus